Digital Dubai telah secara resmi meluncurkan Program Transformasi Tenaga Kerja AI (AI+), sebuah upaya besar-besaran yang dirancang untuk membekali seluruh tenaga kerja Pemerintah Dubai—yang berjumlah 50.000 karyawan—dengan keterampilan kecerdasan buatan yang penting.
Dikembangkan melalui kemitraan dengan Departemen Sumber Daya Manusia Pemerintah Dubai (DGHR) dan Pusat Kecerdasan Buatan Dubai (DCAI), program ini bergerak lebih dari sekadar adopsi teknologi dengan berfokus pada elemen manusia dalam transformasi digital.
Pendekatan yang Berpusat pada Manusia terhadap AI
Meskipun banyak inisiatif pemerintah berfokus pada pembelian perangkat lunak atau pembangunan infrastruktur digital, AI+ memprioritaskan kemampuan manusia. Dengan melatih semua orang mulai dari staf garis depan hingga eksekutif senior, Dubai memastikan bahwa tenaga kerjanya dapat menerapkan AI dalam operasi sehari-hari, bukan hanya mengamati penerapannya dari samping.
Inisiatif ini merupakan komponen penting dari Agenda Ekonomi Dubai D33, yang memperkuat tujuan emirat untuk menjadi pusat global bagi teknologi dan layanan publik berbasis AI yang sangat efisien.
Lima Jalur Pembelajaran Khusus
Untuk memastikan pelatihan ini relevan dengan kebutuhan profesional yang berbeda, program AI+ dibagi menjadi lima jalur berbeda:
- Jalur Kepemimpinan: Berfokus pada strategi dan tata kelola tingkat tinggi, menggunakan studi kasus global untuk membantu para pemimpin menavigasi adopsi AI.
- Chief AI Officers: Mendalami kebijakan dan kerangka AI spesifik Dubai, menyediakan lokakarya praktis bagi mereka yang mengawasi implementasi departemen.
- Pemilik Produk dan Layanan: Mencakup seluruh siklus hidup proyek AI, mulai dari ide awal dan pengembangan hingga mengukur dampak dan nilai di dunia nyata.
- Manajer Departemen dan Bagian: Mengajari manajer cara mengintegrasikan AI ke dalam tim mereka, mengidentifikasi peluang otomatisasi, dan mengalokasikan sumber daya secara efektif.
- Jalur Karyawan: Memberikan keterampilan praktis sehari-hari, seperti rekayasa cepat, otomatisasi tugas, dan penggunaan alat produktivitas AI melalui webinar dan kursus praktik.
Konteks Strategis yang Lebih Luas
Peluncuran AI+ mewakili langkah terbaru dalam peta jalan digital yang semakin cepat. Sejak berdirinya Pusat Kecerdasan Buatan Dubai pada tahun 2023, emirat telah bergerak secara agresif untuk memusatkan upaya AI-nya.
Tonggak penting menjelang program ini meliputi:
1. Cetak Biru Universal Dubai untuk Kecerdasan Buatan (2024): Rencana strategis untuk menyelaraskan semua inisiatif AI pemerintah.
2. Integrasi Departemen: Penunjukan Chief AI Officer di 22 entitas pemerintah yang berbeda untuk memimpin penerapan di tingkat lokal.
Dengan mengatasi “kesenjangan keterampilan” melalui AI+, Dubai berupaya memastikan bahwa infrastruktur teknologinya dilengkapi dengan tenaga kerja yang mampu memanfaatkannya secara maksimal.
Kesimpulan
Melalui program AI+, Dubai melakukan transisi dari sekadar mengadopsi teknologi AI menjadi membangun budaya melek AI yang komprehensif di seluruh sektor publiknya. Langkah ini bertujuan untuk mengubah pemerintah menjadi model global untuk pemerintahan yang berproduktivitas tinggi dan berbasis teknologi.
