Masa depan teknologi wearable akan semakin… terlihat. Perusahaan teknologi terkemuka – termasuk Samsung, Google, dan Motorola – sedang bersiap untuk merilis perangkat bertenaga AI yang lebih dari sekadar jam tangan pintar atau earbud tradisional. Pergeseran ini didorong oleh chip Snapdragon Wear Elite terbaru dari Qualcomm, yang diluncurkan pada Mobile World Congress di Barcelona, yang menjanjikan gelombang baru perangkat wearable berbasis AI dalam bentuk yang tidak terduga.
Bangkitnya AI Sekitar
Selama bertahun-tahun, perangkat yang dapat dikenakan hanya terbatas pada pergelangan tangan dan telinga. Namun pendekatan Qualcomm berbeda: mereka membangun teknologi dasar dan mendorong mitra untuk berinovasi. Menurut chief marketing officer Qualcomm, Don McGuire, AI akan menjadi “ambient”, terintegrasi secara mulus ke dalam objek sehari-hari, bahkan berpotensi dijalin ke dalam pakaian dibandingkan hanya terbatas pada perangkat yang berdiri sendiri. Ini berarti pin, liontin, dan aksesori lainnya akan segera dilengkapi dengan kemampuan AI yang kuat.
Kuncinya adalah chip Wear Elite Qualcomm. Berbeda dengan model sebelumnya, model ini kini dilengkapi mesin agen AI khusus yang dirancang untuk pengoperasian berkelanjutan: pemrosesan audio yang selalu aktif, pemahaman ucapan, dan kesadaran kontekstual waktu nyata. Dino Bekis, kepala bisnis perangkat wearable Qualcomm, menjelaskan bahwa hal ini penting karena perangkat wearable tinggal bersama Anda – terus-menerus mengamati dan belajar dari lingkungan Anda.
Efisiensi Daya dan Perluasan Kasus Penggunaan
Hambatan utama bagi AI yang dapat dikenakan adalah masa pakai baterai. Wear Elite mengatasi hal ini dengan unit pemrosesan saraf yang memungkinkan AI pada perangkat sekaligus meminimalkan konsumsi daya. Qualcomm mengklaim peningkatan daya tahan baterai sebesar 30% dibandingkan chip sebelumnya, dengan kemampuan pengisian daya cepat yang membuat perangkat mencapai kapasitas 50% dalam waktu sekitar 10 menit.
Efisiensi ini sangat penting untuk perangkat yang tidak ingin Anda isi dayanya setiap hari. Chip ini juga menghadirkan kinerja Wi-Fi pada penggunaan daya setingkat Bluetooth, sehingga pemrosesan AI berkelanjutan dapat dilakukan tanpa menguras baterai.
Perangkat Pertama: Pin AI Motorola dan Jam Tangan Galaxy Berikutnya dari Samsung
Perangkat pertama yang ditenagai oleh Wear Elite diharapkan akan hadir dalam beberapa bulan mendatang. Motorola telah memamerkan pin AI Project Maxwell – pendamping perangkat wearable yang dapat melihat, mendengar, dan memahami lingkungan sekitar. Wakil Presiden perusahaan, Francois LaFlamme, menyoroti bagaimana chip ini memungkinkan “kecerdasan kontekstual” dalam faktor bentuk baru, melampaui konsep perangkat wearable yang sudah ada.
Samsung juga mengintegrasikan Wear Elite ke dalam Galaxy Watch berikutnya, yang bertujuan untuk menciptakan “pendamping kesehatan holistik” yang lebih canggih. Perusahaan berencana untuk memanfaatkan efisiensi daya chip untuk memberikan kinerja yang lebih lancar dan masa pakai baterai yang lebih lama.
Platform Wear Elite mewakili lompatan maju yang signifikan, memungkinkan perusahaan mengeksplorasi desain wearable bertenaga AI yang sebelumnya tidak terbayangkan.
Singkatnya, chip Wear Elite bukan sekadar peningkatan – tetapi merupakan katalisator bagi era baru teknologi perangkat wearable. Perangkat bertenaga AI diharapkan muncul dalam bentuk yang semakin beragam dan bijaksana, sehingga mengaburkan batasan antara gadget dan objek sehari-hari.
























