ByteDance asal Tiongkok, perusahaan induk TikTok, telah merilis versi beta dari generator video AI canggihnya, Seedance 2.0, kepada pengguna tertentu, sehingga dengan cepat menarik perhatian komunitas AI. Laporan awal menunjukkan bahwa alat ini melampaui kemampuan pesaing saat ini seperti Sora 2 OpenAI dalam hal realisme dan kontrol kreatif.

Meningkatnya Persaingan dalam Pembuatan Video AI

Peluncuran Seedance 2.0 mengikuti peluncuran Kling 3.0 yang baru-baru ini dilakukan oleh Kuaishou, yang menunjukkan peningkatan pesat dalam persaingan untuk mendominasi pembuatan video bertenaga AI. Lonjakan pengembangan ini menyoroti meningkatnya permintaan akan alat pembuat video yang mudah diakses dan canggih, serta pentingnya teknologi ini bagi perusahaan-perusahaan di bidang teknologi.

Seedance 2.0: Fitur dan Kemampuan Utama

Seedance 2.0 membedakan dirinya melalui beberapa fitur lanjutan:

  • Input Multi-Modal: Menggabungkan video, audio, dan gambar dengan mulus ke dalam output yang koheren.
  • Konsistensi Wajah: Menghasilkan video dari satu gambar wajah dengan tetap mempertahankan fitur realistis.
  • Stabilitas Objek & Teks: Memastikan karakter, objek, dan font tetap konsisten sepanjang rangkaian video yang lebih panjang — sebuah tantangan besar bagi generator AI yang ada.
  • Output Fidelitas Tinggi: Menghasilkan adegan kompleks, termasuk rangkaian tarian, koreografi pertarungan, dan film pendek berdurasi penuh, hanya dari perintah teks.

Aksesibilitas dan Lanskap Hukum

Ketersediaan Seedance 2.0 yang lebih luas, khususnya di AS, masih belum pasti. ByteDance menghadapi pengawasan berkelanjutan atas keamanan data dan privasi, yang mengakibatkan pembatasan operasi TikTok di wilayah tertentu di masa lalu. Perusahaan belum mengomentari rencana peluncuran yang lebih luas.

Pasar pembuatan video AI bukannya tanpa hambatan hukum. Disney dan raksasa media lainnya telah mengajukan tuntutan hukum hak cipta terhadap perusahaan gambar/video AI seperti Midjourney, sementara regulator Tiongkok baru-baru ini mendenda Kuaishou karena gagal mengendalikan konten yang tidak pantas di platformnya. Kasus-kasus ini menggarisbawahi munculnya tantangan hukum seputar media yang dihasilkan oleh AI.

Pengaruh Tiongkok yang Semakin Besar dalam AI

Kemunculan Seedance 2.0 dibangun di atas semakin menonjolnya Tiongkok dalam inovasi AI. Tahun lalu, chatbot R1 DeepSeek mengesankan komunitas AI global dengan kemampuannya yang kuat. Tren ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok dengan cepat menutup kesenjangan dengan para pemimpin Barat dalam bidang teknologi AI utama.

Perkembangan Seedance 2.0 merupakan indikator yang jelas bahwa pembuatan video AI dengan cepat menjadi lebih canggih, mudah diakses, dan kompetitif. Fitur-fitur canggih dari alat ini dan basis pengguna ByteDance yang luas memposisikannya sebagai terobosan yang potensial di bidangnya, meskipun ketersediaan dan kedudukan hukumnya di masa depan masih harus dilihat.