Sebuah koalisi yang terdiri dari tokoh-tokoh politik, akademisi, dan pemimpin bisnis bersatu mendukung deklarasi AI yang “pro-manusia”, yang menandakan meningkatnya kekhawatiran atas pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Inisiatif ini, yang dipelopori oleh Future of Life Institute, berupaya untuk memprioritaskan keselamatan manusia, akuntabilitas, dan pertimbangan etis dalam revolusi AI yang sedang berlangsung.

Koalisi Luas Menimbulkan Kekhawatiran

Para penandatangannya termasuk miliarder Richard Branson, ekonom peraih Nobel Daron Acemoglu, dan mantan penasihat Trump Steve Bannon. Kelompok yang beragam ini juga mendapat dukungan dari organisasi-organisasi seperti Federasi Guru Amerika, Kongres Pemimpin Kristen, dan Partai Demokrat Progresif Amerika. Dasar yang luas ini menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap perkembangan AI melampaui perpecahan politik tradisional.

Pesan inti deklarasi ini sederhana: kecerdasan buatan harus bermanfaat bagi kemanusiaan, bukan sebaliknya. Kecerdasan buatan ini mendukung AI yang dapat dipercaya dan terkendali, sehingga dapat meningkatkan potensi manusia tanpa mengurangi kebebasan, martabat, atau tata kelola mandiri. Dokumen tersebut menyerukan akuntabilitas yang ketat dari perusahaan-perusahaan yang mengembangkan AI, menekankan perlunya pengendalian manusia, pencegahan monopoli, dan perlindungan anak-anak dari penyalahgunaan.

Opini Publik Selaras dengan AI yang Berpusat pada Manusia

Sebuah jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan bersamaan dengan dikeluarkannya deklarasi tersebut menemukan bahwa 80% pemilih di AS percaya bahwa manusia harus tetap bertanggung jawab atas pengembangan AI, dan bahwa perusahaan AI harus bertanggung jawab atas kegagalan keselamatan. Sentimen publik ini menggarisbawahi meningkatnya permintaan akan tata kelola AI yang bertanggung jawab.

Penyelenggara deklarasi tersebut sengaja mengecualikan perwakilan industri, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk menghindari pengaruh kepentingan pribadi. Hal ini merupakan kelanjutan dari upaya yang dilakukan Future of Life Institute sebelumnya, termasuk seruan pada tahun 2023 untuk menghentikan pengembangan selama enam bulan dan petisi untuk melarang AI super cerdas sampai keamanan terjamin.

Deklarasi AI Pro-Manusia mewakili gerakan yang berkembang untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan. Pesan koalisi ini jelas: masa depan AI harus memprioritaskan pertumbuhan manusia, akuntabilitas, dan batasan etika.